Jumat, 17 April 2009

GDMT ADSL (ITU G.992.1/G.992.2) Asymmetrical 6.4 Mbps DSL





GDMT Features:
· G.DMT has the option to allow for data transmission using bit serial synchronous transfer mode (STM) as an
alternative to ATM cell transport. ATM, and its associated ATM adaptation layers (AAL0, AAL1, AAL2,
AAL3/4, and AAL5), allows all types of traffic to be carried. The different AAL mechanisms permit the
delivery of real-time and non-real-time video, and the transport of Internet Protocol (IP) traffic, using the
point-to-point protocol (PPP) over ATM over ADSL protocol stacks. Designating ATM as the transport
mechanism ensures the robustness of G.DMT.
· ATU-R transmission of timing, synchronized to the ATU-C, is the classic method of timing a network.
· GDMT supports four framing structures. The ATU-C negotiates which framing structure to use with the ATUR
during activation, and sets itself to the reported framing structure accordingly.
· Transport of Network timing Reference (NTR). G.DMT has the capability of transport the NTR from the CO
side to the CPE side.
· G.DMT can transport two latency paths, allowing different applications, performance and robustness
services.
· Optional TCM as a combination of convolutional coding and QAM. The redundancy of convolutional coding requires more states in the TCM QAM constellation than with QAM alone. TCM uses an encoding scheme similar to the one used for QAM, but adds extra bits for its error correction work. If trellis coding had been selected on the transmit side, the data would pass through the Viterbi decoder on the receive side. The Viterbi algorithm for decoding uses the structure of the trellis (the allowable transitions) and the input data to determine the most likely path through the trellis. VOCAL G.DMT support Trellis and Viterbi.Implementations: · Full Software Implementation. Figure 2 shows the task partition for the receiver (RX) and the Transmitter

(TX) for the case of all software implementation.







Figure 2. GDMT task partition for full software implementation
· Software with hardware acceleration Implementation. The hardware implementation of the TEQ needs
32 taps for the scalar transversal filter in 16 points fixed point arithmetic in a 2.208 MHz clock frequency.
This implementation is easy using serial multipliers with a low cost and low risk.
· Full hardware Implementation. Hardware implementation of the TEQ needs 32 taps for the
scalar transversal filter in 16 points fixed point arithmetic in a 2.208 MHz clock frequency. This
implementation is easy using serial multipliers with a low cost and low risk. Hardware
implementation of the 512 points real, 64 points complex FFTs is in 16 points fixed point
arithmetic with a 2.208 MHz clock frequency using efficient Radix 8 with serial multipliers with a
low cost and is available as a core from many vendors. Hardware implementation of the Reed-
Solomon decoder uses the Berlekamp-Massey decoder with a standalone syndrome calculation. the
algorithm uses a log domain table look-ups to implement the GF(256) multiplies with a low cost and is
available as a core from many vendors

Kamis, 16 April 2009

07IPTV : Layanan Televisi Masa Depan

IPTV dan VOD, saat ini menjadi layanan baru, yang di banyak negara diluncurkan oleh Telco's (pemain
tradisionil penyedia telekomunikasi di bidang telekomunikasi. Layanan ini mulai memasuki pasar dan
berkompetisi dengan layanan TV standar yang dipancarkan melalui satelite, terestrial, dan kabel.
Besar lintasan data (bandwidth) jaringan broadband yang terus meningkat, makin canggihnya teknologi
kompresi, dan arsitektur distribusi baru membuat penyediaan layanan IPTV/VOD secara teknik
memungkinkan. Secara signifikan, pasar juga terus membutuhkan pasokan konten-konten digital yang lebih
banyak.
Disinilah Telco's dapat mulai mencari kemungkinan pertumbuhan baru, sebagai ganti dari sudah stagnannya
pertumbuhan pendapatan dari layanan telpon tradisional. Secara bersamaan, Telco's mendapatkan ancaman
dari penyedia jasa berbasis kabel konvensional dan mulai masukknya perusahaan-perusahaan energi ke
bisnis data melalui jaringan distribusi energinya (contoh: PLN yang mulai ikut bermain di bisnis internet).
Komponen-komponennya IPTV/VoD
Internet-Protocol Television (IPTV) adalah penyediaan layanan streaming tv secara langsung via jaringan IP
berbandwitdh lebar. Layanan ini bersifat multicast, dari satu sumber untuk banyak pengakses secara
bersamaan. Video on Demand (VoD) adalah penyediaan layanan video yang diminta secara khusus oleh
pengakses. Secara umum ini adalah layanan video streaming unicast, yang dideliver ke satu pelanggan.
IPTV dan VoD keduanya masuk kategori layanan berkualitas siaran TV. Artinya pelanggan akan menikmati
layanan sekualitas TV satelit dan kabel yang sekarang umum kita nikmati. Standar siaran TV ini saat ini
hanya bisa dilayani oleh provider berbasis satelit dan kabel dalam group tertutup. Internet IPTV dan internet
VoD yang merupakan implementasi awal dari kedua layanan diatas, kualitasnya belum layak disandingkan
dengan kualitas siaran TV.
Jenis-jenis Servis IPTV/VoD
IPTV/VoD tidak hanya menyediakan jasa video, beberapa servisnya meliputi:
Servis TV, video yang dipancarkan dalam waktu yang terjadwal, persis layanan TV konvensional.
Pengembangan servis ini, bisa dengan membuat kanal-kanal yang khusus, misalnya, khusus
memasak, khusus olahraga dll. Service VoD, Video yang dihantarkan ke pelanggan sesuai pilihan mereka.
Personal Video Recorder (PVR), Alat perekam yang akan merekam siaran untuk diputar dilain waktu.
Network Personal Video Recorder (NPVR), versi jaringan dari PVR, NPVR tidak mesti ditempatkan di rumah
pelanggan. Electronic Program Guide (EPG), layanan yang memberikan info program-program eksisting dan
program-program kedepan dari layanan.
1/3
Information Services, layanan bersifat informasi, berita, laporan cuaca dll. Interactive TV, TV Show, dimana
pelanggan bisa interaktiv. Interactive Applications, permainan yang dapat dideliver dengan mode broadcast,
namun memanfaatkan kelebihan sifat interaktifnya. Permainan dapat berupa singleplayer atau mulitplayer
antar pelanggan. Broadband Applications, video conferencing, e-Learning, dan security monitoring.
Keuntungan Implementasi IPTV
Penyediaan jasa IPTV menggunakan IP network berimplikasi positif pada efisiensi penggunaan jaringan.
Jaringan IP, trafiknya dapat diatur sedemikian rupa, sehingga beberapa jenis paket bundling bisa
dilewatkankan di atasnya. Selain itu terdapat kelebihan yang secara signifikan membedakan dari TV
konvensional adalah, dapat disediakannya layanan yang bersifat interaktif seperti misalnya Video on
Demand, ketimbang siaran TV lama yang lebih bersifat broadcast satu arah saja.
Sebagaimana disampaikan di atas, dasar dari layanan IPTV adalah triple play, dimana data video, audio,
dan data dipertukarkan didalam jaringan tempat layanan di deliver. Berikut adalah tahapan dari transformasi
yang mesti dilakukan untuk mempersiapkan support arsitektur jaringan untuk layanan IPTV.
Dari Teknologi ATM ke IP
Backbone (jalur data) lokal dan link intrnasional memegang peranan penting dalam delivery layanan
broadband khususnya IPTV, strategi yang dapat dilakukan pada sisi ini adalah :
Pertama, upgrade ATM DSLAM ke IP DSLAM, yang menghasilkan jaringan yang lebih scalable. Kedua,
merubah pola koneksi yang komplek menjadi sederhana, misalnya dengan membuat Zero Configuration di
sisi pelanggan. Ketiga, melakukan distribusi Node-Node broadband, misalnya BRAS, agar pelanggan akhir
mendapatkan akses terdekat ke network provider. Keempat, memperbesar resource-resource network,
membangun high speed backbone misalnya, agar tidak terjadi bottle neck di jaringan penyedia layanan.
Penyiapan infrastruktur broadband
Terdapat beberapa bagian terintegrasi yang memungkinkan terselenggaranya layanan IPTV:
Pertama, universal broadband access, bagian paling dekat ke sisi pelanggan ini menuntut update yang
cepat dalah hal teknologi dan kemudahan delivery. Upgrade teknologi pendukung layanan. Kebanyakan
layanan broadband saat ini di dukung tekonologi Lite DSL yang merupakan seri pertama dari teknologi
broadband berbasis DSL(Digital Subscriber Line). Untuk ke depan, paling tidak teknologi pendukungnya
harus dapat mensupport ADSL2 dan VDSL, agar layanan-layanan audio-video, dapat di deliver ke
pelanggan.
Kedua, data aware transport, bagian ini harus dibangun dengan perspektiv penjagaan kualitas terhadap data
yang disalurkan. IPTV adalah layanan dengan konten yang berkualitas tinggi, pengurangan yang terjadi akan
mempengaruhi kualitas layanan.
Ketiga, service aware edge, bagian ini bertanggung jawab terhadap delivery layanan sebagai sebuah servis
yang mempunyai kualitas tertentu. Bagian inilah yang secara revolusioner merubah internet IPTV/VoD
menjadi murni layanan IPTV dan VoD, karena kualitas servis dideliver di bagian ini.
Keempat, service network, bagian ini memastikan data-data yang merupakan bagian utama dari layanan
2/3
dapat dihantarkan ke tempat-tempat/lokasi yang berada jauh dari NOC (Network Operation Centre, Kantor
Pusat penyedia layanan) secara baik dan terjaga kualitasnya.

os3.telkom.co.id

OS3.telkom.co.id

Selasa, 14 April 2009

speedybandung

just InFo & kNowlEDgE